Mencari yang Dirahasiakan: Menjemput Kemuliaan Lailatul Qadar

oleh -2 Dilihat

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Di dalamnya terdapat satu malam yang sangat agung dan dinanti oleh umat Islam, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena pada malam itulah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Allah Swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.”
(QS. Al-Qadr: 1)

Dalam ayat lain, Allah juga menjelaskan bahwa pada malam tersebut berbagai urusan yang penuh hikmah ditetapkan.

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”
(QS. Ad-Dukhān: 4)

Para ulama menjelaskan bahwa malam tersebut dinamakan Lailatul Qadar karena pada malam itu Allah menetapkan berbagai ketentuan yang akan terjadi dalam satu tahun ke depan, seperti rezeki, ajal, dan berbagai urusan kehidupan lainnya. Ada pula yang menafsirkan bahwa kata qadar menunjukkan kemuliaan dan kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa bumi pada malam itu dipenuhi oleh para malaikat yang turun membawa rahmat dan keberkahan.

Mencari Lailatul Qadar

Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadan, namun waktu pastinya tidak disebutkan secara pasti. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Beliau bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai malam yang paling mungkin menjadi Lailatul Qadar, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Perbedaan pendapat ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar tidak selalu jatuh pada malam yang sama setiap tahunnya. Hikmah dari dirahasiakannya malam tersebut adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Beberapa hadis menyebutkan tanda-tanda Lailatul Qadar. Di antaranya adalah malam yang terasa tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Selain itu, salah satu tanda yang paling dikenal adalah matahari yang terbit pada pagi harinya tampak putih dan tidak menyilaukan.

Namun demikian, para ulama mengingatkan bahwa seseorang tidak seharusnya hanya menunggu tanda-tanda tersebut. Keutamaan Lailatul Qadar tidak ditentukan oleh kemampuan melihat tanda-tanda luar biasa, tetapi oleh kesungguhan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Memperbanyak Doa dan Ibadah

Karena keutamaannya yang sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.

Ummul Mukminin ‘Aisyah ra. pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang menjumpai Lailatul Qadar. Rasulullah ﷺ bersabda:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. at-Tirmidzi)

Menghidupkan Malam-Malam Terakhir Ramadan

Dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar mengandung hikmah besar, yaitu agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di penghujung Ramadan. Malam-malam tersebut menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Allah Swt. (ADMIN)

Sumber Utama: Kitab Al-Shiyam, Dar Al-Ifta’ Al-Mishriyyah 1434 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *